Oleh: Yulia Susanti, S.Ag. (Ketua IV PP BKTKI-DMI)

Perundungan atau bullying seringkali dianggap sebagai masalah anak-anak usia sekolah atau remaja. Padahal, benih-benih perilaku ini bisa muncul sejak usia dini, meskipun dalam bentuk yang lebih sederhana seperti mengejek, merebut mainan, atau mengucilkan teman dari kelompok bermain.

Masa kanak-kanak adalah periode emas untuk menanamkan nilai-nilai fundamental. Mencegah perundungan pada tahap ini bukanlah tentang menghukum, melainkan tentang membimbing dan mengajarkan keterampilan sosial-emosional yang akan menjadi fondasi karakter mereka. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua dan pendidik.

1. Ajarkan Empati dan Kasih Sayang Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang orang lain rasakan. Ini adalah penangkal utama dari perilaku merundung.

  • Ajak anak berdiskusi: Saat membaca buku cerita atau menonton film, tanyakan, “Menurutmu, apa yang dirasakan tokoh itu?” atau “Bagaimana perasaanmu jika itu terjadi padamu?”
  • Validasi perasaan: Ajarkan anak untuk mengenali dan menamai emosinya sendiri. Dengan begitu, ia akan lebih mudah memahami emosi orang lain.

2. Bangun Rasa Percaya Diri Anak Anak yang percaya diri cenderung tidak menjadi korban perundungan karena mereka berani bersuara. Di sisi lain, mereka juga tidak merasa perlu merendahkan orang lain untuk merasa lebih baik.

  • Puji usaha, bukan hanya hasil: Ucapkan “Wah, kamu hebat sudah berani mencoba!” daripada hanya “Kamu pintar.”
  • Beri tanggung jawab kecil: Biarkan anak membantu pekerjaan rumah yang sesuai usianya untuk membangun rasa mampu.

3. Latih Komunikasi yang Sehat dan Asertif Anak-anak perlu tahu cara mengekspresikan keinginan dan batasan mereka tanpa harus agresif.

  • Ajarkan kata-kata ajaib: Selain “tolong” dan “terima kasih”, ajarkan mereka untuk berkata “Hentikan, aku tidak suka itu” dengan suara yang tegas namun tidak berteriak.
  • Beri contoh: Lakukan permainan peran di mana anak berlatih mengatakan “tidak” atau meminta giliran bermain dengan sopan.

4. Jadilah Panutan yang Baik (Role Model) Anak adalah peniru ulung. Mereka belajar cara berinteraksi dengan dunia dengan mengamati orang dewasa di sekitar mereka.

  • Tunjukkan cara menyelesaikan konflik dengan tenang: Ketika Anda berbeda pendapat dengan pasangan atau orang lain, tunjukkan cara berdiskusi dengan saling menghargai.
  • Berbicara dengan hormat: Hindari menggosip atau berbicara buruk tentang orang lain di depan anak.

5. Ciptakan Lingkungan yang Terbuka untuk Bercerita Pastikan anak merasa aman untuk menceritakan apa pun kepada Anda, baik itu pengalaman baik maupun buruk.

  • Dengarkan dengan saksama: Saat anak bercerita, letakkan ponsel Anda dan berikan perhatian penuh.
  • Jangan meremehkan: Hindari respons seperti “Ah, begitu saja dipermasalahkan.” Bagi mereka, didorong atau diejek adalah masalah besar. Ucapkan, “Terima kasih sudah memberitahu Ayah/Ibu.”

Mencegah perundungan pada anak usia dini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik. Ini bukan hanya tentang melindungi anak kita, tetapi juga tentang membentuk generasi baru yang lebih peduli, menghargai perbedaan, dan berani membela kebaikan. Semua itu dimulai dari rumah, dari percakapan kecil, dan dari teladan yang kita berikan setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *