Pada hari Rabu, 23 April 2025, webinar nasional bertajuk “Membangun Generasi Cerdas Berakhlak Mulia untuk Indonesia Emas 2045” sukses diselenggarakan oleh BKTKI DMI, FKIP UHAMKA, dan Universitas YARSI. Acara ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-46 BKTKI yang berdiri sejak tahun 1979.
Pembukaan dan Sambutan
Acara dibuka oleh Dr. Khusniyatil Masykuroh, M.Pd., diikuti dengan tilawah QS. Ali-Imran ayat 133 oleh Birrul Qodriyyah, MSc., serta sambutan dari Dekan FKIP UHAMKA, Purnama Syae Purrohman, M.Pd., Ph.D., yang menyampaikan harapan agar BKTKI terus berkontribusi dalam membangun generasi gemilang sesuai dengan visi UHAMKA sebagai universitas Muhammadiyah. Sambutan kedua diberikan oleh Dr. Chandrawaty, M.Pd., yang menekankan pentingnya akhlak sebagai komponen utama dalam membangun generasi masa depan.
Keynote Speaker: Prof. Dr. H. Fasli Jalal, Ph.D.
Prof. Fasli Jalal menguraikan lima pilar pendidikan holistik integratif sebagai kunci dalam mencetak generasi Sehat, Cerdas, Ceria, dan Berakhlak Mulia. Pilar tersebut mencakup kesehatan, gizi, pendidikan, stimulasi bermakna, dan pengasuhan penuh kasih. Beliau juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan guru PAUD, khususnya dengan kebijakan pemerintah yang memberikan sertifikasi senilai 1x gaji PNS. Selain itu, beliau mengingatkan bahwa bonus demografi yang sedang dialami Indonesia merupakan peluang emas yang harus dimanfaatkan dengan mendidik 25 juta anak usia dini secara maksimal dalam rentang tahun 2025-2030.
Revitalisasi Peran Masjid: Dr. H. Imam Addaruqutni, M.A.
Dr. Imam Addaruqutni menyoroti pentingnya masjid sebagai pusat pendidikan anak usia dini yang ramah anak. Beliau mengusulkan konsep “masjid ramah anak,” yang dirancang secara fisik untuk keamanan anak, seperti lantai yang tidak licin dan area playground yang aman. Konsep ini juga mengutamakan interaksi biososial yang dapat mengurangi ketergantungan anak pada gadget sekaligus membentuk moralitas dan rasa nasionalisme melalui lingkungan masjid. Beliau mengingatkan bahaya netralitas nilai yang ditawarkan oleh teknologi AI, yang berisiko mengurangi penanaman nilai agama dan moral pada generasi muda.
Kebijakan Pemerintah untuk PAUD: Dr. Nia Nurhasanah, S.Si., M.Pd.
Dr. Nia Nurhasanah menguraikan tantangan besar pendidikan anak usia dini di Indonesia, baik dari segi akses maupun kualitas. Dengan angka partisipasi yang rendah dan banyaknya desa tanpa layanan PAUD, pemerintah menetapkan kebijakan wajib belajar 13 tahun mulai dari TK hingga SMA serta program peningkatan kualifikasi guru PAUD. Beliau juga menyoroti pentingnya investasi pada PAUD untuk membangun generasi produktif di masa depan, sesuai dengan komitmen SDGs 4.2 yang menjamin pendidikan berkualitas bagi semua anak.
Refleksi dan Penutup
Webinar ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga keagamaan dalam membangun generasi masa depan yang berkualitas. Dengan kolaborasi yang kuat, harapan Indonesia Emas 2045 dapat terwujud melalui generasi yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia.